Korea Cabut Aturan Soal Standar Wajah Bintang K-Pop

22 February 2019 by
Korea Cabut Aturan Soal Standar Wajah Bintang K-Pop

Pemerintah Korea Selatan membatalkan aturan yang mendorong keberagaman para bintang K-Pop setelah pedoman tersebut menuai hujatan dan kritik serta disebut sebagai penyensoran industri miliaran dolar tersebut.

Peraturan tersebut dikeluarkan pada pekan lalu dan berisi keluhan bahwa wajah para bintang K-Pop terlalu mirip satu sama lain. Aturan itu juga menyebut "masalah keseragaman di antara penyanyi adalah serius,"

Selain itu, aturan tersebut juga mengatakan bahwa sebagian besar idola hiburan Korea tersebut "terlalu kurus", "mengenakan riasan yang identik serta minim pakaian".

Industri K-Pop merupakan bisnis multi-miliar dolar, yang juga mendorong industri bedah plastik di negara tersebut. Obsesi akan citra dan rupa membuat puluhan ribu orang Korea setiap tahunnya melakukan operasi plastik untuk mengejar "penampilan sempurna".


Aturan dari Kementerian Kesetaraan Gender tersebut menuai hujatan di internet dan juga dari parlemen yang mengatakan hal tersebut seperti kembali pada penyensoran era pemerintahan otoriter yang berakhir 1980-an silam.

Salah satu anggota parlemen, Ha Tae Keung menuntut pemerintah Korea meminta maaf sembari menyebut aturan itu "ide totaliter dan inkonstitusional".

Hingga pada 1980-an silam, sensor diberlakukan di setiap lini kehidupan masyarakat Korea Selatan. Negara memiliki kekuasaan dan kewenangan mengendalikan segalanya, mulai dari yang muncul di televisi hingga rambut manusia.

Industri K-Pop dinilai mendorong ribuan masyarakat melalukan operasi plastik.Ilustrasi: Industri K-Pop dinilai mendorong ribuan masyarakat melalukan operasi plastik. ( AFP PHOTO / JUNG Yeon-Je)


"Sangat mengejutkan Korea Selatan melakukan kediktatoran komunis, seperti China dan Korea Utara," kata netizen yang kontra terhadap aturan tersebut.

Segera setelah kritikan mengisi dunia maya, menteri terkait mengatakan pada Selasa (19/2) bahwa pihaknya akan menarik aturan tersebut karena "menyebabkan kebingungan publik yang tak perlu".


Mereka juga mengatakan tidak memiliki niat ataupun kewenangan untuk mengendalikan produksi industri hiburan dan hanya mencoba " mencegah media, yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, dari merusak hak asasi manusia atau mendorong diskriminasi tanpa sengaja."

Sejumlah kritikus mengatakan konsep sempit yang dipamerkan bintang Korea mendorong banyak orang merasa tidak puas dengan tubuhnya dan melakukan operasi plastik.

Pada 2017 lalu, seluruh anggota grup K-Pop SixBomb menjalani operasi plastik yang besar, mulai dari hidung hingga implan payudara, sebelum merilis single.

Girlband SixBombGirlband SixBomb (Yelim LEE / AFP)


Sejumlah video berseri menunjukkan empat perempuan mengunjungi sebuah klinik, masuk ke ruang operasi dan berbaring di meja operasi.

Dalam sebuah survei terhadap para remaja Korea pada tahun lalu, hampir 70 persen mengatakan ide mencoba menjadi seleb di industri hiburan pernah terbersit dalam benak mereka.

Pihak Pemerintah Korea pun menyinggung dampak dari para seleb Korea itu kepada para anak muda dalam aturan yang telah dicabut tersebut.

"Atas kekhawatiran dari bagaimana seseorang harus terlihat di layar kaca memiliki dampak negatif bukan hanya kepada orang dewasa, namun juga remaja juga anak-anak." kata aturan tersebut.

[Gambas:Youtube]

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
100%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

2155 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Clarisa Reynata 17 April 2019 | 13:53:25

memang korea cabut aturan kayaknya ya..

Alfira Nf 14 March 2019 | 13:22:49

kasian juga kalo distandari , yang punya bakat tapi muka di bawah standar kan parah

Percikan Abu 08 March 2019 | 15:04:53

emang sih kalo gue liat drakor banyak orang yang sekilas mirip mirip gitu

Nurha Liza 08 March 2019 | 07:09:49

kan lebih bagus kalau menilai bakat seseorang dibanding rupanya

Atika Tasya 03 March 2019 | 22:10:17

Negara memiliki kekuasaan dan kewenangan mengendalikan segalanya

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top